Something happened that I never wished for…

Labour rights article written on the 02 Jun 2010

Photo: Ben Adams/OxfamAUS

English / Bahasa
A short while ago something happened to me that I never expected and never wanted.  I fell very ill.  To begin with it was only a fever, so I bought some medicine at the local street stall.  But it didn’t help.  Actually it made my condition worse.  Because I don’t have any work and my income is next to nothing, I didn’t want to seek treatment.  I would just grin and bear it.

A few of my friends from my union GSBI came to my house to check on me.  They advised me to go to a doctor.  I refused.  My friend Neneng insisted that she would help cover the cost of treatment.  Finally I accepted her offer.  I was examined by the doctor that evening and the next morning I had a blood test.  I came up positive for Dengue Fever.  I was shocked.

I asked the doctor, can I just try to recover at home?  The doctor said I couldn’t because it was very dangerous and I would need special care at a hospital.  I was taken to hospital, but all the while I was stressed because I had no idea how I would cover all the costs.

Alhamdulillah, my prayers were answered and I express my deepest gratitude to friends, including GSBI members who came to visit me and helped me to pay the expenses with their personal funds.A

Send a message to Suwandi…

Suwandi is looking forward to hearing what others think about the situation faced by factory workers in Indonesia and elsewhere. He is also happy to answer any of your questions. But please be patient as it may take him a few days to respond.

Note: The content of this blog is produced by and reflects the personal views of individuals, including workers and union leaders based in Indonesia. The views expressed in this blog are therefore individual views and do not necessarily represent the view or position of and are not endorsed by Oxfam Australia. Further the purpose of this blog is to assist in providing a platform for individuals, including workers and union leaders based in Indonesia to communicate directly with the public and no representation is made as to the accuracy of the information. The information contained in this blog is provided only for educational purposes, and blog topics may or may not be updated subsequent to their initial posting.

Related Indonesian Blog – Blog yang terkait: Bahasa Indonesia

Sesuatu yang tidak pernah diduga dan tidak diinginkan

Sebulan yang lalu, terjadilah hal yang tidak pernah saya duga dan inginkan. Saya jatuh sakit. Pada awalnya saya hanya menderita demam dan diobati hanya dengan obat warung saja. Tetapi obat tersebut tidak memperbaiki kondisi kesehatan saya tetapi justru memperparah. Karena saya tidak punya pekerjaan dan penghasilan yang tetap saya urungkan niat untuk berobat.Saya biarkan begitu saja.

Ketika beberapa teman GSBI datang menjenguk saya di rumah, kawan saya, Neneng menyarankan sayauntuk berobat ke dokter dan saya bilang tidak ada uang.. Kemudian Neneng merespon dengan memberi biaya untuk ke dokter dan akhirnya saya mengiyakan saran dari kawan neneng untuk berobat ke klinik usada insani.

Setelah diperiksa dokter malam itu, dokter menyarankan agar ke esokannya saya cek-up darah karena belum bisa memastikan penyakit apa. Setelah paginya dites darah, akhirnya saya divonis positif kena penyakit DBD yang harus ditangani secara serius. Saya kaget dan shok mendengarnya dan saya meminta agar dirawat dirumah saja. Kata dokter, ini tidak bisa dirawat di rumah karena sangat berbahaya dan harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus.

Akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit. Mengingat keterbatasan dan kekurangan saya yang tidak memungkinkan, perasaan saya bercampur aduk. Biaya pengobatan rumah sakit harus bayar pake apa, sementara saya tidak punya penghasilan tetap.

Alhamdulillah Puji syukur saya panjatkan dan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya dengan dibantunya biaya perawatan dan pengobatan selama saya di rumah sakit oleh teman-teman dan neneng yang mewakili GSBI. Mereka telah meluangkan waktunya untuk menjenguk saya di rumah sakit dan memberikan semangat motivasi dan dorongannya sehingga saya melewati masa-masa kritis dirumah sakit dan selalu semangat untuk segera sembuh. Amin

Baca ceritaku

Dukung kasus Suwandi. Tuntut adidas untuk lebih menghargai buruh yang membuat produknya. Tuntut adidas memenuhi janjiannya kepada mantan buruh PT Panarub.

Kirim surat kepada adidas